Sudah
setua ini baru sadar, mengapa aku seperti kehilangan banyak sahabat masa
kecilku. Mungkin karena aku masih mengutamakan sifat egois dan selalu
menganggap diriku paling benar. Setelah membaca buku cantik berjudul Friendship Never End karangan Santi Artanti, aku jadi sering
merenungkan. Bagaimana sebenarnya selama ini aku menjalin persahabatan dengan
teman-temanku. Ternyata aku masih jauh sekali dengan persahabatan ala
Rosulullah seperti yang disampaikan oleh penulis dengan apik dan bahasa yang
mudah dipahami ini.

Penulis
juga mengingatkan, bahwa berhati-hatilah dalam bergaul dan memilih sahabat agar
tidak membawa kita kepada kemungkaran. Membaca buku ini sempat membuat hatiku gerimis
ketika merenungkan kembali kenangan persahabatanku dengan sahabat-sahabat masa
kecil sampai remaja… karena keadaan yang begitu tidak mendukung, terpaksa tidak
bisa selalu bertemu atau sulit untuk menghubungi. Namun, mereka selalu masuk ke
dalam mimpiku yang berarti aku masih sangat mengingat dan merindukan
sahabat-sahabatku dimana saja.
Thanks
banget untuk Santi Artanti yang telah mengajarkan banyak hal dan perenungan dalam
buku ini hingga aku sadar, bahwa persahabatan itu tidak seharusnya selesai sampai
di sini. Bahkan harus mengingatnya sebagai kenangan indah. Sahabat itu bukan
membuat sahabatnya menangis tapi dapat merubah tangisnya menjadi senyuman.
By Mells